(Solo
gitar
elektrik
yang
merintih
pelan
dengan
reverb
tebal) (
Dentuman
bass
yang
berat
dan
lambat)
Di
sudut
kafe
tua
ini
aku
duduk
sendiri
Menatap
gelas
kopi
yang
mulai
mendingin
di
meja
ini
Cahaya
lampu
temaram
menyinari
kenangan
kita
Tentang
janji
yang
kau
ucap
namun
kini
telah
sirna
Setiap
hembusan
napas
terasa
begitu
sesak
Saat
bayang
wajahmu
kembali
menusuk
dengan
jarak
Aku
masih
di
sini,
terperangkap
dalam
sunyi
Menunggu
jawaban
yang
tak
pernah
kau
beri
Kini
semua
telah
usai,
cinta
kita
jadi
debu
Kau
melangkah
pergi
membawa
sisa
hatiku
yang
kaku
Tak
ada
lagi
tawa
yang
menghiasi
hari
Hanya
ada
sepi
yang
memelukku
setiap
pagi
Oh,
sungguh
sakit
rasanya
kehilangan
dirimu
Seperti
kapal
karam
di
tengah
samudera
biru
Bukan
maksud
hati
untuk
terus
meratapi
nasib
Namun
rasa
ini
terlalu
dalam
untuk
kusembunyikan
di
balik
tib
Setiap
langkahmu
menjauh,
duniaku
seakan
runtuh
Menyisakan
luka
menganga
yang
tak
kunjung
sembuh
Aku
mencoba
bangkit,
namun
kaki
ini
terpaku
Terbelenggu
oleh
memori
yang
terus
mengejarku
Apakah
kau
juga
merasakan
perih
yang
sama?
Ataukah
aku
hanyalah
bab
yang
kau
buang
begitu
lama?
Kini
semua
telah
usai,
cinta
kita
jadi
debu
Kau
melangkah
pergi
membawa
sisa
hatiku
yang
kaku
Tak
ada
lagi
tawa
yang
menghiasi
hari
Hanya
ada
sepi
yang
memelukku
setiap
pagi
Oh,
sungguh
sakit
rasanya
kehilangan
dirimu
Seperti
kapal
karam
di
tengah
samudera
biru
Detik
jam
dinding
seakan
mengejek
langkahku
Menghitung
waktu
yang
terbuang
sia-sia
demi
kamu
Tak
ada
gunanya
menangisi
yang
takkan
kembali
Namun
air
mata
ini
tetap
saja
mengalir
membasahi
pipi
Biarlah
blues
ini
menjadi
saksi
bisu
hatiku
Yang
retak
berkeping-keping
karena
mencintaimu
Kini
semua
telah
usai,
cinta
kita
jadi
debu
Kau
melangkah
pergi
membawa
sisa
hatiku
yang
kaku
Tak
ada
lagi
tawa
yang
menghiasi
hari
Hanya
ada
sepi
yang
memelukku
setiap
pagi
Oh,
sungguh
sakit
rasanya
kehilangan
dirimu
Seperti
kapal
karam
di
tengah
samudera
biru
Biarlah
waktu
yang
menjawab
segalanya
Aku
pamit
pergi
meninggalkan
luka
dan
cinta (
Solo
gitar
yang
perlahan
memudar)
Sudah
cukup,
semuanya
telah
berakhir... (
Suara
gitar
sunyi
perlahan
hilang)