Kami menulis lagumu, memproduksinya, dan me-masteringnya — satu track jadi, siap diputar, dalam kurang dari dua menit. WhatsApp, Telegram, atau iMessage. Tanpa studio. Tanpa penjaga gerbang.
Ketuk kota untuk mendengar lagu yang dibuat di sana
Tanpa sesi studio. Tanpa rapat label. Tanpa alat. Cukup satu pesan, semenit keajaiban, dan satu track yang jadi milikmu.
Bagaimana jika lagu itu milikmu?
Selama seratus tahun, musik telah menjadi sebuah terjemahan. Kamu memutar lagu patah hati untuk merasa dipahami — dan yang sebenarnya kamu dengar adalah patah hati Adele. Lingkungan Kendrick. Lagos Fela. Seniman hebat. Lagu hebat. Tapi selalu terjemahan perasaanmu melalui perasaan orang lain.
Frobits adalah tempat pertama di mana lagu dimulai dari kata-katamu Frobits adalah tempat pertama di mana lagu dimulai dengan kata-kata *milikmu*. Ingatanmu. Namamu untuk orang itu. Hari Selasa tertentu saat itu terjadi. Kamu tidak menemukan dirimu dalam lagu — lagu itu menemukanmu dalam dirimu.
Dari Yoruba hingga Yiddish, Tagalog hingga Tamil, Zulu hingga Jepang. Frobits menyuarakan musik orang-orangmu, dari mana pun orang-orangmu berasal. Tidak ada bahasa yang terlalu kecil. Tidak ada budaya yang terlupakan.
Kami melakukan apa yang dilakukan studio, tanpa booking, tanpa penjaga gerbang, tanpa menunggu. Menulis, memproduksi, me-mastering. Kamu dapat nama artis, master jadi, dan lagu yang sepenuhnya milikmu.
Ceritakan kisahnya. Sebuah kenangan, nama, suasana hati, pesan. Kami mengubahnya menjadi lirik dalam bahasamu, dialekmu, suaramu.
Aransemen lengkap. Instrumen yang sesuai dengan genremu. Vokal, harmoni, drop, break. Sebuah lagu selesai dalam waktu kurang dari dua menit.
Mastering kualitas studio yang dikalibrasi untuk streaming. Kekerasan, kejernihan, rentang dinamis. Siap siar begitu dirilis.
Lagunya jadi milikmu begitu tiba. Kata-katamu, suaramu, master-mu. Tanpa kontrak, tanpa pengambilan hak, tanpa tanda tangan.
Kami menemuimu di tempat jempolmu sudah tinggal. Aplikasi chat yang kamu buka pagi ini adalah studio, engineer, dan ruang menulis sekaligus.
Delapan miliar orang.
Setiap orang punya lagu di dalam dirinya.
Kami membangun tempat di mana itu keluar.
Industri musik membagi dunia menjadi selusin kotak genre yang rapi. Suara asli tidak muat dalam kotak. Setiap jalan, setiap diaspora, setiap generasi menciptakan miliknya sendiri. Kami dibangun untuk semuanya — yang sudah punya nama, dan yang menunggu namanya.
Menamai genre adalah *menggambarkan* sebuah adegan setelah fakta. Kami dibangun untuk melayani adegan *saat itu terjadi* — dalam bahasa apa pun, tradisi apa pun, remix tradisi apa pun, termasuk yang belum ada di tangga lagu mana pun. menggambarkan sebuah skena setelah kejadian. Kami dibangun untuk melayani skena saat sedang terjadi — dalam bahasa apa pun, tradisi apa pun, remix tradisi apa pun, termasuk yang belum masuk tangga lagu mana pun.
Dalam bahasa mereka. Budaya mereka. Gaya mereka.
Melalui aplikasi pesan yang sudah mereka gunakan.
Bisnis musik dibangun untuk sebagian kecil suara dunia. Kami membangun untuk semua orang lainnya — anak di Lagos dengan melodi di kepalanya, nenek di Manila yang bernyanyi dalam dialek yang belum pernah didengar label mana pun, kelompok teman di Lima yang hanya ingin lagu untuk malam ini.
Semua alat musik lain memintamu mengunduh sesuatu, mendaftar, lalu memahaminya. Kami menemuimu di percakapan yang sudah kamu buka. Studio, engineer, dan ruang menulis — semuanya di kotak masuk yang kamu buka pagi ini.
Reggaeton harus terdengar seperti reggaeton. K-pop harus berkilau seperti K-pop. Highlife, baile funk, amapiano, qawwali, cumbia, dancehall, drill — setiap suara memiliki ayunan, gaya, tata bahasanya sendiri. Kami telah melatih diri pada tekstur, bahasa, instrumen, dan tradisi dunia sehingga apa yang keluar terdengar seperti dari mana kamu berasal — bukan terjemahan darinya.
Siaran browser yang selalu menyala berisi lagu orisinal yang dibuat di Frobits — dari Lagos ke São Paulo ke Seoul. Tanpa daftar, tanpa iklan, tanpa pengulangan. Tekan play dan dengar apa yang sedang dibuat planet ini.
Dengarkan Radio FrobitsMulailah dengan kenangan, nama kekasih, sore yang hujan, kisah nenekmu. Kami akan mengubahnya menjadi sebuah lagu.
Mulai di WhatsApp